UPMKNews--Apakah anda sudah tau penguasaan anak anda terhadap kemampuan sesuai jenjang pendidikannya? Atau hanya tau sebatas peringkat anak pada sistem rangking di kelas dan sekolahnya? Saya sering mendengar di sekeliling saya, anak yang dahulunya tidak menonjol cenderung di anggap malas dan “nakal” justru banyak dari mereka yang sukses, bahkan mereka pula yang paling banyak memberikan bantuan dan lapangan pekerjaan. 

Ternyata usut punya usut mereka memliki kecerdasan yang tidak tercantum dalam rapot sekolah dan ketika di sekolah guru dan orang tua tidak menganggap itu sebuah potensi kecerdasan, padahal soft skill itu sebenarnya yang sangat menentukan kesuksesan. 

Menurut Riset Stanley berikut adalah 10 faktor teratas yang akan mempengaruhi kesuksesan :Kejujuran (Being honestwith all PePeopl, Disiplin keras (Being wewell-discipline, Mudah bergaul (Getting along with PePeopl, Dukungan pendamping (Having a supportive spspous, Kerja keras (Working harderthan most people, Kecintaan pada yang di kerjakan (Loving my career/bubusines, Kepemimpinan (Havingstrong Leadership ququalitie, Kepribadian kompetitif (Having a very competitivespirit/PePersonalit, Hidup teratur (Being very wewell-Organize dan Kemampuan menjual Ide (Having an ability to sellmy Ideas/Products). 

Hampir kesemua faktor ini tidak terjangkau dengan Rangkinng dan IPK...

Ketika sekolah mereka dulu malas dan "nakal" karena minat mereka memang bukan di akademik, mereka mungkin cenderung suka seni, olah raga, musik, bahasa/sastra. Sedikit sharing dulu saya juga saat sekolah hanya murid biasa dan cenderung lemah di bidang akademik namun orang tua saya tidak pernah memaksakan kehendak untuk menjadi si nomor 1 di kelas maupun di sekolah. Ketika melihat rapot, orang tua saya menyadari bahwa nilai olahraga saya sangat bagus sehingga orang tua saya sangat mendukung untuk saya latihan setiap hari mulai dari renang,lari, lompat jauh sehingga saya mendapatkan banyak penghargaan sejak SD – SMK. 

Jadi sebagai pendidik atau orang tua, kita harus mengevaluasi dimana letak minat dan bakat peserta didik jangan mematok kesuksesan hanya dari nilai rapot atau rangking. Sebenarnya semua anak itu punya potensi yang sama untuk sukses, anak yang memiliki "soft skill" yang baik kalau diimbangi dengan kemampuan akademik akan menjadi anak yang unggul, demikian juga dengan anak yang memiliki kemampuan akademik saja, kalau di tingkatkan kemampuan "soft skill" akan tumbuh menjadi anak yang hebat 

Namun bila kita dapati anak kita memang lemah dalam akademik, jangan pula berkecil hati, mereka masih punya masa depan, dengan kemampuan "soft skill" mereka akan tumbuh menjadi wiruasaha yang sukses, mungkin mereka tidak cocok menjadi akademisi, tapi mereka sangat cocok menjadi, musisi, entertainment, entrepreneur, ataupun pemimpin di sosial dan politik. Yang kita khawatirkan adalah anak yang saat ini rangking namun tidak memiliki mental yang tangguh, penakut, individualis, kaku, baper-an.

Penulis, Mia Sofi Nurlaelli Mahasiswa PGSD 3B